refill parfum - Parfum Zaman Dulu

Tradisi Pembuatan Parfum Zaman Dulu

Terminal Perfume ID, Tau ga sobat wangi kalo peradaban kuno yang berkenaan dengan tradisi pembuatan parfum pada bangsa Mesir, Yunani dan Romawi dapat ditemukan pada gambar-gambar dan beberapa artefak kuno. Artefak-artefak tersebut secara visual dapat dibaca dengan menggunakan bahasa rupa, menceritakan bahwa tradisi parfum telah berkembang dalam peradaban bangsa-bangsa kuno tersebut.

Distributor parfum

Relief Pembuatan Parfum Bunga Lily Mesir Kuno

Relief Mesir Kuno

Parfum dan wewangian dapat ditelusuri ke beberapa budaya kuno, terutama untuk peradaban Mesir kuno. Bahkan, Mesir terkait parfum mereka dengan dewa. Wewangian dianggap sebagai keringat dewa matahari RaTutankhamun menuangkan minyak parfum ke tangan tunggu ratunya Ankhesena-mun , seperti yang ditunjukkan relief emas dari kuil Nekhbet.

Distributor Parfum Indonesia

Tutan Khamun Menuangkan Parfum

Gagang cermin berbentuk Dewi Cinta “LASSA” bangsa etruscan.

Perempuan Etruria sangat mengagungkan dewi cinta Lassa, yang mana parfum adalah bagian dari penghormatannya. Oleh karena itu perempuan bangsa Etruscan tidak pernah lepas dari parfum. Dewi Lassa digambarkan sebagai perempuan bersayap, telanjang, membawa sebotol parfum. Dia diukir pada gagang cermin terbuat dari perunggu. Bahkan ketika perempuan Etruscan mati, cermin bergagang dewi Lassa turut dikuburkan dengannya untuk menemani mereka ke alam baka.

 

Artefak yang ditemukan adalah pegangan Perunggu dari patera ritual dalam bentuk dewi cinta Lassa memegang botol parfum dibuat sekitar 350-300 SM.

Distributor Parfum Indonesia

Dewi cinta “Lassa” bangsa Etruscan

 

Dinding rumah Kota Pompei

Lukisan dinding bangsa Romawi dari kota Pompeii dan Herculaneum menampilkan proses pembuatan parfum. Parfum merupakan komoditas perdagangan dan industri yang terkenal dikala itu. Dimana juga banyak ditemukan wadah-wadah parfum kuno

Sekelompok Cupids digambarkan membuat parfum dalam toko parfum pada lukisan dinding fragmen Romawi ini. Bagian kiri, dua Cupids membuat campuran parfum dalam mangkuk putih besar. Tampak belakang mereka, lemari memajang botol memajang produk parfum maupun bahannya. Di kanan, sebuah Cupid memegang alabastron, sementara duduk memegang lengannya untuk mencium parfum. Cupids dan Psyche digambarkan terlibat dalam kegiatan sehari-hari adalah figur yang populer dalam seni Romawi, terutama lukisan dinding. Fragmen lukisan ini adalah bagian dari gambar dinding yang lebih besar dari dekorasi dinding di rumah orang kaya. Lukisan dinding sangat banyak ditemukan dalam reruntuhan kota ketika gunung berapi Vesuvius meletus di tahun 79 Masehi, menghancurkan kota Pompeii dan Herculaneum. Panel seperti ini merupakan elemen kecil dari dekorasi tembok.

Tradisi Wewangian  Arab dan Dunia Islam

Tradisi wewangian yang kuat dalam dunia Islam, khususnya bangsa orang Arab, didukung ajaran keagamaan setelah munculnya Islam. Umat Islam meningkatkan produksi parfum dan terus menggunakan wewangian dalam kehidupan sehari-hari dan dalam ritual keagamaan.

Parfum di dalam bahasa Arab disebut juga dengan ‘ithr, menggunakan parfum dalam bahasa Arab disebut atta’aththur. Selain itu dalam bahasa Arab juga sering digunakan istilah ath-thiib yang artinya parfum juga. Dari kata itu, maka menggunakan parfum disebut sebagai at-athoyyub.

Dalam budaya Arab dan Islam, penggunaan parfum telah didokumentasi-kan sejak abad ke-6 dan penggunaannya dianggap sebagai bagian dari kewajiban agama. Mengenakan parfum termasuk bagian dari kegiatan ibadah bersuci (thoharoh), sebagaimana juga disyariatkan agama untuk berwudhu’, mandi wajib, membersihkan najis dan sebagainya. Nabi Muhammad Shollallau alaihi wassalam memberikan pengajaran :

”Barangsiapa yang ditawari wewangian, maka janganlah ia menolaknya, karena ia ringan dibawa dan harum baunya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i).

Parfum merupakan bagian keutamaan dalam ibadah hari jumat. Dari Ibni Abbas Radhiyallahu ‘Anh berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,’Hari ini adalah hari besar yang dijadikan Allah untuk muslimin. Siapa di antara kamu yang datang shalat Jumat hendaklah mandi dan bila punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak.(HR. Ibnu Majah)

Pembatas Penggunaan Parfum dalam Islam

Dalam penggunaan parfum dalam Islam ada pembatasan bagi wanita. Parfum yang dipakai secara berlebihan bagi wanita justru akan menimbulkan fitnah tersendiri. Karenanya penggunaan parfum buat wanita agak sedikit dibatasi, demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama masalah fitnah hubungan laki-laki dan wanita. Karena itulah syariat Islam menetapkan bahwa bila wanita memakai parfum, hendaknya menggunakan yang aromanya lembut, bukan yang menyengat dan menarik minat laki-laki.

Bila sampai demikian, maka Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat melarangnya, bahkan sampai beliau mengatakan bahwa wanita yang berparfum seperti itu seperti seorang pezina. Sabdanya : “Siapa pun wanita yang memakai parfum lalu melenggang di depan laki-laki agar mereka menghirup bau wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina”.

Karena itu maka bagi para wanita, Parfum agak dibatasi volume penggunaannya. Kalaupun harus menggunakannya, maka dipilih aroma yang soft dan tidak terkesan terlalu keras. Dalam hadits riwayat dari Abi Hurairah ra, Nabi Muhamad saw. Memberikan kriteria : “Parfum laki-laki adalah yang aromanya kuat tapi warnanya tersembunyi. Parfum wanita adalah yang aromanya lembut tapi warnanya kelihatan jelas”.

Peradaban Islam memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan wewangian Barat dalam dua bidang yang signifikan yaitu : menyempurnakan ekstraksi wewangian melalui penyulingan dan memperkenalkan bahan baku baru. Keduanya sangat mempengaruhi tradisi wewangian Barat dan perkembangan ilmiahdalam bidang kimia.

Teknologi Penyulingan

Teknologi penyulingan yang dikenal sekarang berasal dari pengembangan Ibnu Sina (orang barat menyebutnya Avicenna), seorang ilmuan Islam sekitar tahun 1.000 M, lahir di tempat yang sekarang Uzbekistan (Damian & Damian, 1995:6). Dengan munculnya teknik penyulingan (destilasi), minyak wangi bisa dengan mudah diambil dari bahan tanaman dan rempah dan dibuat dalam jumlah yang banyak. Produksi minyak wangi ini menyediakan kebutuhan pasar untuk air mawar dan aroma Arab lainnya (Lawless, 1992:14).

Banyak penemuan besar dalam bidang parfum berasal dari Arab di abad ke-10M. Berkat kerja keras dari dua ahli kimia berbakat Arab : Jabir bin Hayyan (lahir 722 M di Irak), dan Al-Kindi ( lahir 801M di Irak) yang mendirikan industri parfum. Jabir mengembangkan banyak teknik, termasuk penyulingan, penguapan dan filtrasi, yang memungkinkan pengumpulan aroma tanaman menjadi uap, dan dikumpulkan dalam bentuk air atau minyak (Levey, Nartin, 1973:50).

Al-Kindi melakukan penelitian yang luas dan eksperimen dalam menggabungkan berbagai tanaman dan sumber-sumber lain untuk menghasilkan berbagai produk aromatik. Dia menjelaskan sejumlah besar ‘resep’ untuk berbagai macam parfum, kosmetik dan obat-obatan. Al-Kindi juga menulis di abad ke-9 buku tentang parfum yang ia beri nama ‘Kitab Kimia Parfum dan distilasi’. Isinya lebih dari seratus resep untuk minyak wangi, salep aromatik dan ramuan obat. Buku ini juga menggambarkan seratus tujuh metode dan resep untuk pembuatan parfum, dan bahkan peralatan pembuatan parfum, seperti alembic, berasal dari bahasa Arab (al-Hassani, Woodcok and Saoud, 2006:12).

Sang Ahli Kimia Ibnu Sina

Dokter Persia Muslim dan ahli kimia Ibnu Sina (juga dikenal sebagai Avicenna) memperkenalkan proses ekstraksi minyak dari bunga dengan cara distilasi, prosedur yang paling umum digunakan saat ini. Dia pertama kali bereksperimen dengan bunga mawar. Sampai penemuan, parfum cair yang campuran minyak dan rempah-rempah hancur, atau kelopak yang membuat perpaduan yang kuat. Rose air lebih halus, dan segera menjadi populer. Kedua bahan baku dan teknologi distilasi secara signifikan dipengaruhi wewangian dan ilmiah perkembangan barat, khususnya ilmu kimia.

Parfum tiba di Eropa melalui Andalusia, parfum bunga dibawa ke Eropa pada abad 11 dan 12 dari Arab dengan kembali tentara salib, melalui perdagangan dengan dunia Islam. Terdapat catatan sejarah dari Pepperers Guild of London, tahun 1179M ; yang menunjukkan mereka perdagangan dengan umat Islam berupa rempah-rempah, bahan parfum dan pewarna (Dunlop D.M., 1973:15).

Para pedagang Arab dan Persia memiliki akses yang luas bahan baku wewangian sebagai komoditas. Bahan baku parfum berupa musk, ambergris, bunga mawar, melati dan berbagai macam rempah-rempah, serta tumbuhan yang digunakan dalam wewangian dibudidayakan oleh umat Islam. Disamping itu juga didatangkan bahan baku wewangian tersebut dari China dan Kepulauan Nusantara, baik memalui Jalur perdagangan Sutra maupun pelayaran laut jalur kayu manis.

 

Parfum di Barat (Eropa )

Pengetahuan dan teknologi parfum berkembang di Eropa pada awal abad ke-14 sebagian pengaruhnya diperoleh dari Arab. Tapi Hungaria akhirnya memperkenalkan parfum modern pertamanya pada tahun 1370 M. Parfum terbuat dari minyak wangi dicampur dalam larutan alkohol, dibuat atas perintah Ratu Elizabeth dari Hungaria dan dikenal di seluruh Eropa.

Parfum dan kosmetik juga berkembang di Italia di masa Renaissance abad ke-16. Venesia kota kosmopolitan, memproduksi pasta beraroma, sarung tangan, kaus kaki, sepatu, kemeja bahkan koin harum. Rempah-rempah kering disimpan dalam pot porselen indah dan Tanaman bunga harum disimpan dalam kaca Venesia.

Pengaruh parfum Italia sampai Prancis, dipicu juga dengan oleh perkawinan Caterina de Medici (bangsawan Italia juga pembuat parfum) dengan pangeran Perancis Henri II. Caterina de Medici memiliki laboratorium kimia yang terhubung dengan kamarnya. Sehingga formula-formula parfum buatannya tidak dapat dicuri. Dia juga membuka toko-toko parfum di kota Paris.

Kemajuan Prancis

Prancis dengan cepat menjadi pusat pembuatan parfum dan kosmetik Eropa. Budidaya bunga untuk esensi parfum, tumbuh menjadi industri utama di selatan Perancis. Kota Grasse sampai sekarang dianggap sebagai ibukota parfum dunia. Selama periode Renaissance, parfum sering digunakan terutama oleh bangsawan dan orang kaya untuk menutupi bau badan. Sarung wangi menjadi populer di Perancis dan pada tahun 1656. Kota-kota Montpellier dan Grasse sangat dipengaruhi oleh tetangganya Genoa, sudah lama diproduksi sarung tangan

wangi dalam gaya tinggi untuk kalangan elit. Perdagangan aroma tumbuh di Perancis karena pengaruh perkembangan parfum Italia.

Ketika Louis XV naik tahta pada abad ke-18, istananya disebut “la cour Parfumée” (Istana wangi). Madame de Pompadour memerintahkan memperbanyak persediaan parfum, dan Raja Louis menuntut aroma yang berbeda untuk kamar setiap hari. Istana Louis XIV bahkan terkenal karena aroma yang diterapkan pakaian dan furnitur. Parfum menggantikan sabun dan air. Setelah Napoleon berkuasa, anggaran yang banyak untuk parfum terus dilakukan. Dua liter violet cologne yang diberikan kepadanya setiap minggu, dan dia dikatakan menggunakan enam puluh botol ekstrak melati setiap bulannya.

Penggunaan parfum memuncak di Inggris selama pemerintahan Henry VIII (memerintah 1509-1547) dan Ratu Elizabeth I (memerintah 1558-1603).. Selama pemerintahan Ratu Elizabeth Semua tempat-tempat umum dibuat beraroma harum, karena dia tidak bisa mentolerir bau buruk. Ratu ini sangat senang dengan wewangian dan bangga terhadap ketrampilan dalam menciptakan wewangian.

Sebagaimana perkembangan industri dan seni, parfum mengalami perubahan besar dalam abad ke-19. Perubahan selera dan pengembangan kimia modern meletakkan dasar-dasar wewangian modern. Ilmu Kimia memberi jalan untuk diciptakannya wewangian baru.

Nusantara Sumber Bahan Baku Wewangian Dunia.

Menurut catatan sejarah, salah satu perdagangan rempah yang paling tersohor dimasa lalu adalah kayu manis (Cinnamomum verum). Kayu ini menjadi primadona Karena aromanya yang kuat, manis dan pedas. Dan merupakan salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia juga merupakan bahan pembuat wewangian / aromatik. Dan sudah digunakan di Mesir Kuno sekitar tahun 3000 SM, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab Perjanjian Lama.

Terdapat tiga jenis utama kayu manis di Mediterania: daun kayu manis atau malabathrum, kulit kayu manis yang disebut cassia, dan kulit kayu yang lebih lembut dan kuncup bunga yang bagi bangsa Romawi merupakan cinnamon yang sesungguhnya.

Herodotus (484-424 sebelum Masehi), menyebut orang Arab memelintir asal-usul kayu manis sebagai komoditas yang tumbuh di antara batu cadas berkapur di Etiopia dan rawa-rawa di Sudan. Tujuannya adalah untuk mengelabui orang-orang yang mencari sumber kayu manis. Hal itu menunjukkan betapa berharganya kayu manis di kala itu. Memang, kayu manis menjadi unsur penting dalam upacara kerajaan di Mesir. Dalam teks Exilic Hebrew yang ditulis pada abad ke-7 sebelum Masehi dan teks Theophrastus (372-288 sebelum Masehi), kayu manis dijuluki sebagai “Bapak Tanaman” karena menjadi bahan utama pewangi atau campuran wewangian.

Abad ke 1 Sebelum Masehi

Pada abad ke 1 SM, Pliny the Elder, seorang sejarawan Romawi, pernah menulis tentang pelaut yang datang ke Afrika dari lautan Timur demi memenuhi selera lidah. Mereka menggunakan rakit atau perahu sederhana dengan dua cadik yang bermuatan kayu manis dan bumbu-bumbu lain. Selain dari Pliny, catatan arkeologis mesir kuno pun turut merekam bukti sejarah tentang para pelaut dari lautan timur. Catatan itu bisa ditemukan di galeri Mesir, tembok kuil Deir el-Bahri, Royal Ontario Museum, Amerika Serikat. Di galeri itu ada lukisan yang menggambarkan ekspedisi kapal besar yang diprakarsai Ratu Hatshepsut, pemegang kekuasaan Mesir dari 1503 hingga 1482 SM. Di bawah lukisannya tertera huruf hieroglif yang menjelaskan kapal itu membawa berbagai jenis tanaman dan bahan wewangian untuk pemujaan, antara lain kayu manis. Para pelaut itu berasal dari Timur dan mengarungi lautan untuk berdagang rempah-rempah ke Mesir dengan perahu tradisional.

Tanah Punt adalah mitra dagang Mesir, dikenal memproduksi dan mengekspor emas, dupa, resin aromatik, kayu manis, kayu eboni, gading dan binatang. Daerah ini diketahui dari catatan ekspedisi perdagangan Mesir kuno. Orang Mesir terus berhubungan dagang dengan masyarakat Punt, sebagaimana tercatat dalam sejarah mereka dari Dinasti ke-4 sampai ke-26 (abad ke-27 – ke-6 SM). Ekspedisi Mesir ke Tanah Punt yang paling terkenal, dan sebagian besar informasinya diperoleh dari ekspedisi yang dilakukan oleh Dinasti ke-18, yaitu Ratu Hatshepsut (1473 – 1458 SM) dan tercatat secara terinci dalam relief pada dinding kuil penyimpanan mayat di Deir El-Bahari, Mesir.

Teknik Wewangian Nusantara

Dengan bahan baku wewangian yang melimpah dan mudah ditemukan di daerah disekitarnya, maka masyarakat Nusantara langsung mengolah sendiri bahan baku wewangian. Berbeda dengan tradisi wewangian bangsa mesir kuno dan yunani kuno, yang wewangiannya sudah di ekstrak menjadi cairan parfum dan disimpa dalam botol-botol parfum. Teknik aromatik masyarakat nusantara dikenal beberapa cara : wewangian dengan pengasapan, wewangian dengan penguapan, wewangian dengan peluluran atau boreh, wewangian dengan minum jamu, wewangian dengan mandi bunga. Teknik aromatik nusantara di berbagai daerah memiliki istilah dan cara yang berbeda. Nusantara sangat kaya dengan tradisi wewangian

Wewangian Dengan Pengasapan

Dikenal istilah “Ngukus” merupakan kata kerja dari kata “kukus” , yang mempunyai makna asal “mengepul”, “berasap”, ataupun “mengeluarkan asap”. Dalam budaya Sunda, “Ngukus” bermakna “aktivitas membakar menyan (kemenyan) yang menyertai ritual tertentu.

Ada beberapa fungsi ngukus [membakar kemenyan] dalam pelaksanaan ritus atau ritual. Pertama, untuk mengharumkan ruangan. Pada zamannya “ngukus” dimaksudkan untuk mengharumkan ruangan, serupa dengan fungsi “dupa” atau minyak wangi. Sebagian meneyebutkan bahwa “kukus” juga dapat mengusir nyamuk. Kedua, meningkatkan konsentrasi ketika melakukan semedi [mujasmedi] atau “bertapa”.

“Kemenyan” berasal dari “getah” kering yang berasal dari pohon kemenyan, yang keluar dengan sendirinya atau senagaja ditoreh serupa dengan cara mengambil getah karet. Terdapat beberapa jenis kemenyan yang masing-masing memiliki kadar wangi yang berbeda-beda, sangat tergantung pada kualitasnya. Kemenyan yang bagus, pada masanya, mempunyai harga sebanding dengan emas.

Pada sisi lainnya, kepemilikan kemenyan dapat menunjukkan status sosial pemiliknya; yakni jika ia memiliki kemenyan yang berkualitas tinggi, berarti ia

adalah orang kaya; demikian sebaliknya. Pada jamannya, kemenyan menunjukkan komoditas yang mampu menggerakkan roda ekonomi.

Wewangian dengan Penguapan

Tadisi perawatan bagi calon pengantin wanita dari Makassar dan Bugis biasanya berlangsung tiga malam berturut-turut sebelum hari pernikahan. Diawali dengan mappasau atau mandi uap. Uap yang dipakai dalam ritual ini berasal dari rebusan rempah-rempah yang dalam Bahasa Bugis disebut rampah patappulo. Rempah-rempah tersebut dimasak hingga keluar uap untuk ‘memandikan’ calon pengantin. Uap rebusan rempah bermanfaat mengharumkan kulit tubuh. Kegiatan mappasau dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut

Wewangian Dengan Peluluran atau Boreh

Lulur Kuning yang dioleskan ke kulit mengandung bahan dasar pandan wangi, sari tepung beras, kunyit, dan temu giring. Lulur kuning berasal dari Pulau jawa dan biasa digunakan sebagai perawatan untuk mempertahankan kehalusan dan kecantikan kulit. Cara pemakaiannya, campur bahan dasar dan rempah-rempah hingga halus. Setelah itu, dibalurkan ke seluruh bagian tubuh sambil digosok-gosokkan. Didiamkan selama 30 menit hingga lulur kuning meresap ke seluruh kulit, lalu dibilas menggunakan air hangat

Wewangian dengan Mandi Bunga atau Rempah

Ritual perawatan bagi calon pengantin dalam tradisi Jawa diawali dengan siraman, yang intinya memandikan calon pengantin dengan rendaman air bunga setaman disertai dengan tradisi memberikan lulur atau boreh tujuh warna. Air yang dipergunakan untuk siraman diambil dari tujuh sumber mata air

Baik Sobat Wangi, begitu kurang lebih tentang sejarah wewangian di Peradaban Kuno yang memang cukup seru. Untuk sobat wangi yang ingin request parfum apa yang diinginkan bisa langsung chat admin aja ya. Jadi Wangi itu ga harus mahal ya sobat wangi.

– Take Your Best Aroma – 

Terminal Parfume Store Admin

Terminal Perfume ID adalah pusat refill Parfum Berkualitas terbaik di Kota Bandung. Eau de Parfum menjadikan hal aroma utama pada toko kami, dan kualitas terjamin untuk penggunaan parfum terbaik dan merk Internasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

×
Notifikasi
X
WhatssApp admin yuks
Tanya aja biar lebih mesra...
Ada yang bisa kami bantu ???
Selamat datang sobat wangi di Website Terminal Perfume ID ada yang bisa kami bantu.
%d blogger menyukai ini: